WahanaNews.co, Taguig - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat ekonomi kawasan ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Roro saat menghadiri Pertemuan ke-32 Menteri Ekonomi ASEAN Retreat (32nd ASEAN Economic Ministers/AEM Retreat) di Taguig, Filipina, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga:
Perempuan Didorong Tingkatkan Peran Ekonomi, Partisipasi Masih 56 Persen
Dalam pertemuan tersebut, ia hadir sebagai Alternate AEM dan didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.
Roro menyampaikan bahwa momentum pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat respons kolektif dalam menghadapi berbagai tekanan global.
“Kesempatan ini menjadi peluang tepat bagi negara anggota ASEAN untuk menguatkan respons kolektif melalui resilience without retreat dalam menghadapi tekanan global,” ujar Roro dalam keterangannya.
Baca Juga:
Hadapi Dinamika Dunia Kerja Masa Depan, Wamendag Roro Dorong Generasi Muda Terus Berinovasi dan Jadi Agen Perubahan
Menurut dia, pendekatan tersebut menekankan pentingnya solidaritas ASEAN dalam menghadapi fragmentasi geoekonomi dan gangguan rantai pasok global, dengan tetap mengedepankan kebijakan yang memperkuat keamanan ekonomi kawasan.
Roro menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ASEAN saat ini turut dipengaruhi perkembangan kondisi makro global. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik dan energi di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi dunia.
Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah negara ASEAN yang masih bergantung pada pasokan bahan bakar mineral dari kawasan tersebut.
Selain itu, dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga dinilai berpotensi mengganggu perdagangan serta rantai pasok global.