WahanaNews.co, Taguig - Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat ekonomi kawasan ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Roro saat menghadiri Pertemuan ke-32 Menteri Ekonomi ASEAN Retreat (32nd ASEAN Economic Ministers/AEM Retreat) di Taguig, Filipina, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga:
Wamendag RI Bertemu Wamen Investasi Malaysia, Bahas Peningkatan Perdagangan dan Dukungan Aksesi CPTPP
Dalam pertemuan tersebut, ia hadir sebagai Alternate AEM dan didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.
Roro menyampaikan bahwa momentum pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat respons kolektif dalam menghadapi berbagai tekanan global.
“Kesempatan ini menjadi peluang tepat bagi negara anggota ASEAN untuk menguatkan respons kolektif melalui resilience without retreat dalam menghadapi tekanan global,” ujar Roro dalam keterangannya.
Baca Juga:
Wamendag Tinjau Stok Bapok di Hypermart Nagoya Hill Batam, Harga Relatif Stabil Jelang Lebaran
Menurut dia, pendekatan tersebut menekankan pentingnya solidaritas ASEAN dalam menghadapi fragmentasi geoekonomi dan gangguan rantai pasok global, dengan tetap mengedepankan kebijakan yang memperkuat keamanan ekonomi kawasan.
Roro menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ASEAN saat ini turut dipengaruhi perkembangan kondisi makro global. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik dan energi di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi dunia.
Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah negara ASEAN yang masih bergantung pada pasokan bahan bakar mineral dari kawasan tersebut.
Selain itu, dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga dinilai berpotensi mengganggu perdagangan serta rantai pasok global.
Untuk mengantisipasi berbagai tantangan tersebut, Roro menilai ASEAN perlu mengambil langkah strategis secara kolektif.
Pertama, meskipun beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia, telah melakukan upaya negosiasi secara bilateral dengan Amerika Serikat, ASEAN tetap perlu membangun respons bersama untuk mengantisipasi potensi kebijakan tarif yang merugikan di masa mendatang.
“ASEAN harus terus memonitor, berkoordinasi, dan menegaskan kembali komitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan,” kata Roro.
Ia juga mendorong agar negara mitra dan pengamat ASEAN menghormati prinsip perdagangan internasional yang sama.
Selain isu perdagangan, Roro menekankan pentingnya penguatan kerja sama regional di bidang keamanan energi guna menghadapi potensi tekanan geopolitik yang berkepanjangan di Timur Tengah.
Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memperkuat koordinasi dalam penyediaan cadangan energi strategis di kawasan.
Di sisi lain, ASEAN juga perlu meningkatkan integrasi ekonomi regional dengan memaksimalkan implementasi berbagai perjanjian ekonomi yang telah ada, seperti perjanjian perdagangan bebas ASEAN+1 serta Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).
Menurut Roro, penguatan implementasi perjanjian tersebut dapat membantu memperdalam perdagangan intra-regional sekaligus mendorong diversifikasi rantai pasok di kawasan.
“Kita harus memastikan ASEAN tetap menjadi pusat yang kompetitif dan andal dalam jaringan produksi kawasan maupun global,” tegasnya.
Lebih lanjut, Indonesia juga mendukung penguatan koordinasi lintas pilar ASEAN, khususnya antara isu ekonomi dan keamanan.
Roro menegaskan Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh negara anggota untuk memastikan ASEAN tetap tangguh, terbuka, dan berorientasi pada masa depan.
Indonesia juga menyambut baik berbagai rekomendasi yang dihasilkan oleh ASEAN Geoeconomics Task Force (AGTF) dalam merespons dinamika geopolitik dan memperkuat ketahanan ekonomi kawasan.
Selain itu, Indonesia mendukung target penandatanganan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada November 2026.
Melalui DEFA—yang digadang sebagai perjanjian ekonomi digital pertama di dunia—ASEAN diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi digital di berbagai sektor serta meningkatkan kemampuan kawasan dalam beradaptasi dengan dinamika ekonomi global.
[Redaktur: Jupriadi]