Dari hasil pemeriksaan awal, sumber kebocoran berasal dari sambungan regulator gas yang longgar dan hanya diikat menggunakan tali oleh korban.
Akibatnya, tekanan gas yang menyembur menimbulkan ledakan besar hingga merusak atap, plafon, dan jendela rumah, bahkan melukai tetangga yang terkena puing bangunan.
Baca Juga:
YLKI Sentil Pertamina, Konsumen Jangan Cuma Disuruh Terima Kenaikan Harga
Fernando mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memasang tabung gas dan tidak mengabaikan standar keamanan.
“Jangan mengambil risiko dengan cara-cara tidak aman dalam pemasangan regulator tabung gas. Jika tidak yakin, mintalah bantuan orang yang memahami pemasangan tabung gas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Kematian ES menambah daftar panjang korban jiwa akibat ledakan elpiji di wilayah Jabodetabek.
Baca Juga:
YLKI Sampaikan Tujuh Pesan untuk Kepala BGN Baru: Benahi Tata Kelola MBG dan Prioritaskan Perlindungan Anak
Sebelumnya, pada Jumat (19/9/2025), seorang warga Pamulang, Tangerang Selatan, bernama Agus (45), juga meninggal dunia setelah menderita luka bakar 90 persen akibat peristiwa serupa.
Setelah insiden itu, Agus bersama dua korban lainnya sempat dirawat intensif di RS Hermina Ciputat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, karena kondisi luka yang semakin parah.
Sekretaris Jenderal Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, menegaskan perlunya pembentukan tim investigasi independen untuk menelusuri akar masalah di balik rentetan ledakan ini.