Saif Al Islam Khadafi tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan Libya.
Meski demikian, ia kerap dianggap sebagai orang nomor dua paling berpengaruh setelah ayahnya pada periode 2000 hingga 2011.
Baca Juga:
Libya Butuh Bertahun-tahun Cari 20 Ribu Korban Banjir yang Hilang
“Kami berjuang di sini di Libya, kami mati di sini di Libya,” kata Saif dalam wawancara media pada 2011.
Pada tahun yang sama, Saif ditangkap dan dipenjara di Zintan saat berupaya melarikan diri dari Libya setelah Tripoli jatuh ke tangan kelompok oposisi.
Ia kemudian dibebaskan pada 2017 sebagai bagian dari kebijakan pengampunan umum.
Baca Juga:
Korban Tewas Banjir Libya Capai 11.300 Orang
Sementara itu, Muammar Khadafi dikenal sebagai tokoh revolusi yang menggulingkan Raja Idris pada 1969.
Khadafi memimpin Libya sebagai Kepala Revolusioner Republik Arab Libya pada 1969–1977 dan berkuasa penuh sebagai pemimpin Libya pada 1977–2011.
Kekuasaannya berakhir setelah ia dikudeta dan tewas dalam konflik bersenjata yang melibatkan pasukan oposisi dengan dukungan NATO di tengah gelombang Arab Spring.