WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kekerasan bersenjata kembali mengguncang Libya setelah Saif Al Islam Khadafi, putra mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi, dilaporkan tewas ditembak di kediamannya di Kota Zintan.
Kematian Saif dikonfirmasi oleh pengacaranya Khaled Al Zaidi dan penasihatnya Abdullah Osman pada Selasa (3/2/2026), sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.
Baca Juga:
Libya Butuh Bertahun-tahun Cari 20 Ribu Korban Banjir yang Hilang
Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada siang hari dan dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata yang menyerbu rumah Saif.
Pembunuhan itu berlangsung cepat dan terencana, menurut keterangan pihak kuasa hukum Saif di Eropa.
“Dia dibunuh hari ini pukul 14.00 di Zintan di rumahnya oleh empat orang komando,” ucap pengacara Saif dari Prancis, Marcel Ceccaldi, kepada AFP.
Baca Juga:
Korban Tewas Banjir Libya Capai 11.300 Orang
Media-media lokal Libya melaporkan bahwa pelaku berjumlah empat orang tak dikenal yang langsung melancarkan serangan di dalam rumah korban.
Dalam laporan yang sama, disebutkan kamera pengawas di lokasi kejadian sengaja dinonaktifkan sebelum penyerangan dilakukan.
Saat ini, Kejaksaan Agung Libya telah membuka penyelidikan resmi untuk mengungkap motif dan pelaku pembunuhan tersebut.