WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan aliansi Barat kembali memanas saat Keir Starmer menegaskan bahwa kepentingan strategis Amerika Serikat justru tetap berada dalam pelukan NATO di tengah ancaman Donald Trump yang mempertimbangkan keluar dari blok tersebut pada Jumat (10/4/2026).
Berbicara usai kunjungan diplomatik ke kawasan Teluk yang mencakup Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, Starmer merespons keras sinyal dari Trump yang mengkritik sekutu NATO karena dinilai tidak solid dalam menghadapi konflik dengan Iran.
Baca Juga:
Penipuan Berkedok KPK, Sahroni Sudah Serahkan Rp300 Juta
Ia juga menyatakan sepakat bahwa negara-negara Eropa harus meningkatkan anggaran pertahanan, namun menegaskan bahwa keberlangsungan NATO tetap menjadi fondasi keamanan global.
"Kita adalah pendukung kuat NATO dan saya telah menyampaikan argumen selama beberapa waktu bahwa kita perlu berbuat lebih banyak," ujar Starmer.
Pernyataan itu menegaskan dorongan Inggris agar Eropa tidak lagi bergantung penuh pada AS dalam urusan militer, tetapi tetap menjaga kekuatan kolektif aliansi.
Baca Juga:
Tuduhan Makar ke Saiful Mujani Dinilai Berlebihan, Pakar: Hanya Opini Akademik
"Ini adalah aliansi militer paling efektif yang pernah ada di dunia."
Starmer menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir dirinya konsisten mendorong mitra Eropa untuk meningkatkan kontribusi pertahanan.
"Apakah kita di Eropa perlu berbuat lebih banyak? Ya."