WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di tengah gempuran militer yang terus diperluas ke Iran, Amerika Serikat justru menghadapi ancaman serius dari dalam: stok rudal utamanya menipis.
Laporan CNN mengungkap Washington mengalami kekurangan sejumlah rudal penting, termasuk rudal serang darat Tomahawk dan pencegat SM-3, saat operasi gabungan AS-Israel berlangsung intens.
Baca Juga:
Iran Terus Gempur Israel dan Aset Amerika, Kedubes AS Tak Sanggup Evakuasi Warganya
Mengutip seorang pejabat senior AS, pada Senin (02/03/2026) disebutkan bahwa Washington memperkirakan akan terjadi eskalasi signifikan dalam 24 jam ke depan di tengah cadangan rudal dan sistem pencegat yang terus menyusut.
“Peningkatan besar,” demikian peringatan yang disampaikan pejabat tersebut terkait potensi lonjakan serangan dalam sehari mendatang.
Diungkapkan lebih lanjut, fase awal operasi dilaporkan berhasil melemahkan sistem pertahanan Iran, sementara tahap berikutnya akan difokuskan pada fasilitas produksi rudal, pesawat tanpa awak, serta kemampuan angkatan laut Teheran.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan, Pejabat Gedung Putih Akui Tak Ada Bukti Iran Akan Serang Duluan
Pentagon juga dilaporkan menghadapi keterbatasan stok rudal Patriot karena sebagian besar persediaan telah terkuras untuk menopang pertahanan udara Ukraina selama empat tahun terakhir perang melawan Rusia.
Sejak Sabtu, Komando Pusat AS mengklaim kampanye militer gabungan dengan Israel menghasilkan capaian signifikan, termasuk penghancuran seluruh 11 kapal Iran di Teluk Oman.
“Seluruh 11 kapal Iran di Teluk Oman telah dihancurkan,” demikian klaim dari United States Central Command mengenai hasil operasi tersebut.