Pengumuman ini menjadi sorotan tajam lantaran beberapa jam sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial. Ia memperingatkan akan menghancurkan seluruh infrastruktur sipil Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi, dengan menyebut bahwa sebuah peradaban utuh akan mati malam ini.
Namun, sikap tersebut berubah total saat ia memastikan bahwa gencatan senjata akan berlaku secara timbal balik. Dilaporkan pula Pakistan menjadi penghubung kedua negara.
Baca Juga:
Ajakan Trump Minta Gencatan Senjata, Iran Tolak Mentah-Mentah
"Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi! Alasan melakukannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah sangat jauh menuju kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah," tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.
Respons Iran
Sementara ini, pemerintah Iran menyebut keputusan Amerika Serikat yang menangguhkan pemboman terhadap infrastruktur energi mereka sebagai bentuk kekalahan telak bagi Washington. Teheran mengeklaim bahwa Trump telah dipaksa untuk menerima 10 poin rencana yang mereka ajukan sebagai dasar perundingan.
Baca Juga:
Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Tewaskan 4 Militan di Gaza Selatan
Teheran menyatakan bahwa langkah tersebut membuktikan posisi tawar mereka yang kuat dalam konflik ini. Pihak Iran menegaskan bahwa dimulainya dialog diplomatik adalah hasil dari kegagalan strategi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
"Langkah ini merupakan kekalahan bersejarah dan telak bagi Amerika Serikat. Washington telah dipaksa untuk menerima rencana 10 poin Teheran sebagai dasar pembicaraan," tulis pernyataan resmi pemerintah Iran.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.