Mengutip BBC News, serangan yang terjadi sehari setelah Mou diteken itu menewaskan setidaknya 47 orang di Lebanon, ditambah 4 tentara Israel.
Dikatakan, pada Jumat pagi, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan lewat unggahan di media sosial, telah memerintahkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyerang Hizbullah.
Baca Juga:
Prabowo Instruksikan Semua Tingkatan Sekolah di RI Harus Belajar Bahasa Prancis
Presiden Trump dalam wawancara dengan NBC News mengaku telah mendesak Israel menyepakati gencatan senjata di Lebanon. Pengakhiran konflik di negara ini jadi salah satu jaminan syarat diajukan oleh Iran dalam proses pembicaraan damai.
Namun, dalam wawancara itu, Trump dikatakan tidak mengungkapkan detail apakah berbicara langsung dengan Netanyahu atau tidak. Trump hanya menegaskan hubungannya dengan Netanyahu akur.
Trump menyebut dengan ditekennya MoU oleh Iran-AS itu sebagai hal yang positif.
Baca Juga:
Prabowo dan Macron Kompak Dukung Kemerdekaan Bangsa Palestina
"Ini seperti pelengkap yang sempurna," katanya, dikutip dari CNN International, Sabtu (20/6/2026).
Dalam wawancara lain dengan reporter Axios, ketika ditanya apakah mampu mengendalikan Israel agar tidak menyerang Lebanon, Trump mengklaim dapat melakukannya.
"Ya, saya akan mampu. Mereka sangat menghormati saya, dan mereka melakukan apa yang saya katakan," kata Trump, seperti diberitakan CNN International.