Kantor Presiden Korsel Yoon Suk-yeol mengecam keras uji coba Pyongyang yang melibatkan setidaknya tiga proyektil, termasuk apa yang diyakini sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM).
Presiden Korsel menyebut aksi itu sebagai provokasi serius yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut serta mengancam perdamaian internasional.
Baca Juga:
Korut Tantang AS-Korsel, Kim Jong-un Pamer Kapal Selam Nuklir di Tengah Latihan Militer
Presiden Korsel juga memerintahkan langkah-langkah untuk pengaktifan pencegahan yang diperluas dan penguatan postur pertahanan gabungan Korea Selatan-AS dan untuk meningkatkan kesiapan di seluruh militer Seoul.
Uji coba rudal ke-17 Pyongyang tahun ini dilakukan segera setelah Presiden AS Joe Biden meninggalkan Jepang menuju Washington setelah kunjungan resmi pertamanya ke Asia, yang berlangsung selama lima hari. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.