WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gencatan senjata yang diberlakukan di Jalur Gaza membawa dampak positif terhadap peningkatan akses bantuan kemanusiaan serta perbaikan kondisi ketahanan pangan warga.
Meski demikian, situasi kemanusiaan khususnya yang dialami anak-anak masih tergolong sangat memprihatinkan dan berisiko tinggi, sebagaimana dilaporkan UN News pada Rabu, 28 Januari 2026.
Baca Juga:
ASEAN Tetap Jalin Hubungan dengan Myanmar, Kao Kim Hourn Tekankan Kepentingan Rakyat
Kondisi tersebut disampaikan oleh dua pejabat senior dari Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan Program Pangan Dunia (WFP) usai melakukan kunjungan lapangan selama sepekan ke wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Temuan itu kemudian dipaparkan kepada para jurnalis dalam sesi laporan resmi.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, lebih dari 10.000 truk bantuan kemanusiaan berhasil memasuki Gaza.
Baca Juga:
Tiongkok Desak Gencatan Senjata Menyeluruh dan Berkelanjutan di Jalur Gaza
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari total muatan bantuan yang direncanakan untuk disalurkan ke wilayah tersebut.
UNICEF melaporkan bahwa kondisi ketahanan pangan menunjukkan perbaikan signifikan dan ancaman kelaparan masif berhasil ditekan.
Saat ini, sebagian besar keluarga di Gaza setidaknya dapat mengonsumsi makanan satu kali dalam sehari, bahkan sejumlah keluarga sudah mampu makan hingga dua kali.