WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menegaskan bahwa ASEAN tetap mempertahankan keterlibatan dan komunikasi dengan Myanmar meskipun negara tersebut masih dilanda krisis politik berkepanjangan.
Penegasan itu disampaikan Kao saat bertemu dengan wartawan di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Baca Juga:
Anwar Ibrahim Tegaskan Netralitas Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025 dalam Konflik Kamboja–Thailand
Menurut Kao, pendekatan ASEAN terhadap Myanmar tidak pernah lepas dari kepentingan rakyatnya.
Ia menegaskan bahwa Myanmar masih berstatus sebagai anggota penuh ASEAN, sehingga organisasi kawasan memiliki tanggung jawab untuk terus berinteraksi dan mencari solusi terbaik atas situasi yang terjadi.
“Namun yang terpenting adalah rakyat Myanmar dan tentu saja bagi kami, kami terus menjalin hubungan dengan Myanmar. Karena, Myanmar tetap menjadi anggota penuh ASEAN,” ucapnya.
Baca Juga:
Filipina Dorong Finalisasi Kode Etik Laut China Selatan Saat Pimpin ASEAN 2026
Kao menambahkan, keterlibatan ASEAN dalam isu Myanmar tetap berpedoman pada Konsensus Lima Poin (5PC) yang telah disepakati para pemimpin ASEAN sebagai kerangka utama penanganan krisis.
Dalam konteks tersebut, ia secara khusus menaruh harapan pada peran utusan khusus ASEAN di bawah Keketuaan Filipina tahun 2026.
“Filipina sebagai ketua, dan tentu saja juga sebagai utusan khusus untuk Myanmar, akan terus terlibat dengan para pemangku kepentingan utama Myanmar. Dan itulah yang telah Anda lihat, Filipina adalah utusan khusus yang mengunjungi Myanmar (awal Januari 2026-red),” ujarnya.