Kesepakatan tersebut disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penghentian perang, hingga penyerahan uranium yang telah diperkaya oleh Iran.
Tahap awal perjanjian itu meliputi perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari yang memungkinkan lalu lintas kapal kembali normal di Selat Hormuz sambil negosiasi nuklir tetap berjalan.
Baca Juga:
Viral Maling Emas di Medan, Santai Cek Barcode Sebelum Bawa Kabur 150 Gram
Jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz diperkirakan bisa kembali normal dalam 30 hari apabila kesepakatan benar-benar tercapai, demikian dilaporkan kantor berita Iran Tasnim.
“Memorandum of understanding sudah memasuki tahap akhir,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei pada Minggu (24/5/2026).
Meski begitu, Baghaei menegaskan rincian mengenai isu nuklir Iran belum dibahas dalam tahap negosiasi saat ini.
Baca Juga:
Pelantikan PNS di Kejari Deli Serdang Geger, Muncul Papan Bunga Bertuliskan “Pelakor”
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menegaskan bahwa kesepakatan akhir dengan Iran harus benar-benar menghilangkan ancaman nuklir.
Iran sendiri telah memberlakukan blokade de facto terhadap pelayaran di Selat Hormuz sejak awal Maret 2026 dengan mewajibkan kapal memperoleh izin khusus untuk melintas atau berisiko diserang.
Blokade itu diterapkan setelah serangan udara gabungan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah petinggi lainnya.