Angkatan Laut Indonesia mengatakan bahwa tiga kapal China, termasuk
kapal penyelamat Yongxingdao 863, diharapkan bergabung dalam operasi
penyelamatan di utara Bali.
Sementara itu, Departemen Pertahanan Australia mengonfirmasi
bahwa pihaknya tidak lagi menjadi bagian dari upaya internasional untuk
mengangkat kapal selam Indonesia yang terkena musibah.
Baca Juga:
6 Fakta Menarik Halmahera Barat, Ada Pantai yang Bisa Mengusir Kegalauan Pengunjungnya
"HMAS Ballarat dibebaskan dari area pencarian pada 26
April menyusul konfirmasi bahwa Indonesia telah menemukan KRI Nanggala,"
kata seorang juru bicara departemen itu kepada ABC, Selasa (4/5/2021).
"HMAS Sirius dibebaskan dari pencarian sebelum tiba di
area pencarian."
"Australia belum diminta untuk berkontribusi lebih lanjut
untuk penyelamatan KRI Nanggala," imbuh dia. [dhn]
Baca Juga:
Serahkan Rumah Pada Ahli Waris KRI Nanggala 402, Bupati Sidoarjo Dampingi Menhan Prabowo
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.