Di Kuba, gagal menggulingkan Fidel Castro upaya 1.400 militan anti-Castro yang dilatih dan didanai CIA dalam pendaratan di Teluk Babi pada Jumat–Selasa (15–19/4/1961).
Tewas lebih dari seratus orang di masing-masing pihak dalam pertempuran yang berjarak sekitar 250 kilometer dari Havana tersebut.
Baca Juga:
Indonesia Tegaskan Produk Nonhalal Tak Wajib Label dan Sertifikat Halal
Di Republik Dominika, dikirim marinir dan pasukan terjun payung AS ke Santo Domingo pada 1965 untuk menumpas pemberontakan pro Juan Bosch.
Didukung AS, operasi tersebut dilakukan dengan alasan ancaman komunisme setelah Bosch, presiden sayap kiri, digulingkan para jenderal pada 1963.
Dalam periode yang sama, didukung Washington sejumlah kediktatoran militer Amerika Latin sebagai benteng melawan gerakan kiri bersenjata.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Stabilitas, Kepastian Hukum, dan Reformasi SDM pada Acara Iftar di U.S. Chamber of Commerce
Di Chile, dibantu secara aktif diktator Augusto Pinochet dalam kudeta terhadap Presiden Salvador Allende pada Kamis (11/9/1973).
Di Argentina, didukung junta militer oleh Menteri Luar Negeri AS Henry Kissinger pada 1976, menurut dokumen rahasia yang dibuka pada 2003.
Tercatat setidaknya 10.000 pembangkang Argentina menghilang selama periode tersebut.