Pada 1970-an hingga 1980-an, digelar Operasi Condor oleh enam rezim militer Amerika Selatan dengan dukungan diam-diam Amerika Serikat untuk melenyapkan oposisi sayap kiri.
Di Amerika Tengah, meletus perang saudara Nikaragua setelah pemberontakan Sandinista menggulingkan diktator Anastasio Somoza pada 1979.
Baca Juga:
Indonesia Tegaskan Produk Nonhalal Tak Wajib Label dan Sertifikat Halal
Diizinkan Presiden Ronald Reagan, CIA memberikan bantuan 20 juta dolar AS kepada Contra yang sebagian didanai penjualan senjata ilegal ke Iran.
Berakhir pada April 1990, perang saudara Nikaragua menewaskan sekitar 50.000 orang.
Di El Salvador, dikirim penasihat militer AS untuk menumpas pemberontakan FMLN dalam perang saudara 1980–1992 yang menelan 72.000 korban jiwa.
Baca Juga:
Prabowo Tegaskan Stabilitas, Kepastian Hukum, dan Reformasi SDM pada Acara Iftar di U.S. Chamber of Commerce
Di Grenada, dilancarkan Operasi Urgent Fury oleh AS pada Selasa (25/10/1983) setelah Perdana Menteri Maurice Bishop dibunuh junta sayap kiri.
Dikecam luas oleh Majelis Umum PBB, operasi yang diklaim melindungi warga AS itu berakhir pada Kamis (3/11/1983) dengan lebih dari seratus korban tewas.
Di Panama, diperintahkan intervensi militer oleh Presiden George W. Bush pada 1989 usai pemilu yang dipersengketakan.