Pengorbanan dan ketulusannya diakui langsung oleh putri Low, Adeline Leong (67), yang sehari-hari bekerja sebagai administrator pusat penitipan anak.
“Kami bersyukur dia membantu kami dengan semua pekerjaan rumah tangga ini dan merawat ayah dan ibu kami. Merawat orang tua bukanlah hal yang mudah,” ujarnya.
Baca Juga:
Berpamitan Wawancara Kerja, Gadis Deli Serdang Nazwa Pulang dalam Peti dari Kamboja
Penghargaan tersebut juga mendapat sorotan dari Sekretaris Parlemen Senior untuk Ketenagakerjaan Singapura, Shawn Huang, yang menilai peran asisten rumah tangga migran sangat penting dalam kehidupan keluarga di negara tersebut.
“Kisah-kisah inspiratif ini mengingatkan kita bahwa ketika kepercayaan menjadi inti dari sebuah hubungan, hubungan itu akan berkembang melampaui sekadar kesepakatan kerja menjadi ikatan sejati yang memperkaya hidup kita dan mendekatkan komunitas kita,” katanya.
Presiden AEA(S) K. Jayaprema turut menegaskan bahwa hubungan kerja yang sehat tidak semata bertumpu pada sistem atau regulasi formal semata.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Narasi Diplomatik Indonesia di Forum Global Terkait Migran
“Hubungan kerja yang bertanggung jawab tidak hanya dibangun berdasarkan peraturan," jelas dia.
Namun ia menekankan bahwa fondasi utama hubungan profesional tetap berada pada nilai-nilai kemanusiaan yang saling menghormati.
“Tetapi juga berdasarkan rasa saling menghormati, pengertian, dan tanggung jawab bersama,” sambungnya.