WAHANANEWS.CO, Jakarta - Situasi politik Venezuela memasuki babak baru setelah Delcy Rodríguez ditunjuk sebagai Presiden ad interim di tengah krisis dan ketidakpastian nasional.
Penunjukan ini dilakukan menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat melalui sebuah operasi militer pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.
Baca Juga:
Operasi Dalam Rezim, Ada Jejak Manuver Senyap di Balik Jatuhnya Maduro
Rodríguez sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Venezuela sejak 2018.
Dalam perannya tersebut, ia dikenal sebagai figur kunci yang mengelola sektor ekonomi nasional, khususnya industri minyak yang menjadi tulang punggung perekonomian negara.
Selain itu, ia juga memiliki kendali atas badan intelijen nasional, memperkuat pengaruhnya dalam struktur kekuasaan.
Baca Juga:
Trump Klaim Tangkap Presiden Venezuela, Pemerintah Maduro Nyatakan Tidak Tahu Keberadaan Pemimpinnya
Mahkamah Agung Venezuela secara resmi memerintahkan Rodríguez untuk mengambil alih jabatan kepala pemerintahan dengan dukungan penuh dari militer.
Keputusan ini sekaligus menempatkannya sebagai otoritas tertinggi dalam pemerintahan sementara, di tengah kondisi politik yang belum stabil.
Rodríguez yang kini berusia 56 tahun berprofesi sebagai pengacara dan dikenal luas sebagai tokoh revolusioner yang setia meneruskan ideologi mendiang Presiden Hugo Chávez.