Meski demikian, nada berbeda disampaikan Rodríguez melalui akun Instagram resminya pada Minggu (4/1/2026).
Ia menyatakan keinginannya untuk membangun hubungan bilateral yang lebih konstruktif dengan Amerika Serikat.
Baca Juga:
Trump Nekat Ingin Beli Greenland, NATO Bereaksi Keras
"Kami mengajak Pemerintah AS berkolaborasi pada agenda pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional," ujarnya.
Rodríguez berasal dari keluarga dengan latar belakang ideologi kiri yang kuat. Ayahnya dikenal sebagai pemimpin kelompok sosialis dan pernah ditahan atas tuduhan keterlibatan dalam kasus penculikan seorang pengusaha asal Amerika Serikat pada 1976.
Selain latar belakang ideologis, Rodríguez juga memiliki hubungan yang erat dengan militer Venezuela, institusi yang selama ini memainkan peran sentral dalam peta politik nasional.
Baca Juga:
Operasi Dalam Rezim, Ada Jejak Manuver Senyap di Balik Jatuhnya Maduro
Ia memang sempat menempati sejumlah jabatan tingkat rendah di era pemerintahan Hugo Chávez, namun karier politiknya melesat tajam ketika Nicolás Maduro berkuasa.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai durasi masa jabatan Rodríguez sebagai Presiden Sementara.
Berdasarkan Konstitusi Venezuela, pemilihan presiden wajib digelar dalam waktu maksimal 30 hari apabila presiden petahana dinyatakan berhalangan tetap.