Terlebih lagi, Iran telah menutup sebagian besar Selat Hormuz sejak awal perang, padahal jalur pelayaran kritis tersebut mengangkut sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia.
Berdasarkan data dari Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) pada hari Kamis, harga bensin di Amerika Serikat rata-rata melonjak mencapai sekitar US$ 4,24 (Rp 76.320) per galon secara nasional. Di sisi lain, eskalasi konflik berdarah ini dilaporkan telah berada dalam kondisi gencatan senjata yang sangat rapuh selama beberapa minggu terakhir.
Baca Juga:
Trump Ada di Lokasi, Penembakan Dekat Gedung Putih Bikin Panik Washington
Dalam perundingan tersebut, pihak Amerika Serikat menuntut agar Iran menyetujui perjanjian untuk tidak akan pernah memproduksi atau memiliki senjata nuklir, serta segera membuka kembali Selat Hormuz bagi jalur pelayaran internasional.
Sementara itu, pihak Iran menuntut diakhirinya permusuhan dengan segera di berbagai lini pertempuran dan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan blokade angkatan lautnya di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ketegangan sempat memuncak kembali setelah media pemerintah Iran pada hari Senin menyatakan bahwa tim negosiator Iran akan menghentikan seluruh proses perundingan dan menutup total Selat Hormuz. Namun situasi kembali berubah drastis pada hari Rabu, setelah Trump secara sepihak mengklaim bahwa Iran sebenarnya telah melunak dan setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir.
Baca Juga:
Bikin Trump Marah, Kepala Intelijen AS Mundur
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.