Sebagian besar personel yang terluka telah kembali bertugas setelah mendapat perawatan.
Sebanyak 315 personel dilaporkan sudah kembali aktif dalam operasi.
Baca Juga:
Ngeri! Dua Jet Tempur AS Tabrakan di Udara, Empat Pilot Lolos dari Maut
Total sekitar 50.000 personel militer Amerika Serikat terlibat dalam Operasi Epic Fury.
Dampak konflik juga dirasakan luas di kawasan Timur Tengah dengan ribuan korban jiwa di berbagai negara.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan lebih dari 2.000 orang tewas dan lebih dari 20.000 lainnya terluka.
Baca Juga:
Obama Bangga Kesepakatan Nuklir Iran 2015 Tak Picu Pertumpahan Darah
Sementara kelompok HAM berbasis di AS, HRANA, menyebut angka korban mencapai sekitar 3.540 orang, termasuk 1.665 warga sipil dan sedikitnya 248 anak-anak.
Meski gencatan senjata telah diberlakukan, militer AS menegaskan akan tetap mempertahankan kehadiran di kawasan.
“Kami akan tetap berada di sana,” kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth.