“Kami mengonsumsi lebih dari 6 juta makanan, lebih dari 950.000 galon kopi, dua juta minuman energi, dan banyak nikotin, tapi saya tidak mengatakan bahwa kami memiliki masalah,” katanya.
Selain logistik, penggunaan amunisi juga mencapai level ekstrem dengan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk digunakan dalam satu kampanye.
Baca Juga:
IRGC Tumbangkan F-15E, Teknologi Militer AS Diuji
Namun, operasi tersebut juga diwarnai kerugian signifikan di pihak militer Amerika Serikat.
Tercatat tiga pesawat tempur berawak hilang akibat tembakan dari pihak sendiri, satu pesawat tanker jatuh, serta dua pesawat lainnya akibat serangan musuh.
Sejumlah drone, khususnya jenis Reaper, juga dilaporkan hilang selama operasi berlangsung.
Baca Juga:
Di Cecar Wartawan Soal Gudang BBM Ilegal di Zona Merah Pertamina, Afrananta: Bisnisku Tidak Putih ini Bisnis Hitam
Kapal induk tercanggih USS Gerald R. Ford bahkan mengalami kebakaran hebat yang memaksanya kembali ke pelabuhan untuk perbaikan.
Dari sisi personel, operasi ini menelan korban jiwa di kalangan militer AS.
Sebanyak 13 anggota militer dilaporkan tewas dan 365 lainnya terluka hingga Jumat (4/4/2026).