Menurutnya, mekanisme kerja sama tersebut sebenarnya telah tersedia dalam kerangka kerja ASEAN.
“Pak Menlu menekankan di situasi seperti ini bagaimana kita negara-negara ASEAN saling membantu WNI. Dan, banyak juga negara-negara ASEAN yang warga negaranya tersebar di Timur Tengah,” kata Yvonne.
Baca Juga:
Srikandi PLN, Peran Aktif Keterlibatan Perempuan dalam Produktivitas Kinerja Perusahaan
Ia menambahkan bahwa bentuk kerja sama perlindungan warga negara tersebut sudah mulai terlihat ketika proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Teheran, Iran pada pekan ini.
Beberapa negara anggota ASEAN bahkan sempat meminta bantuan kepada Indonesia untuk membantu proses evakuasi warga negara mereka yang berada di wilayah konflik.
“Kemarin juga, di Iran, ada beberapa (negara ASEAN) yang ingin menitipkan warganya. Tapi, karena situasi di lapangan sangat dinamis sekali, jadi banyak perubahan di lapangan,” ucapnya menambahkan.
Baca Juga:
PBB Tunjuk Retno Marsudi Sebagai Penggerak Agenda Air Global
Secara khusus, Menlu Sugiono juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam mendorong dialog serta upaya de-eskalasi guna meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Indonesia menilai langkah diplomasi dan dialog terbuka menjadi kunci penting untuk mencegah konflik semakin meluas.
Dalam pertemuan tersebut, para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat untuk mendorong upaya de-eskalasi serta membahas berbagai kemungkinan dampak yang dapat dirasakan kawasan Asia Tenggara apabila eskalasi konflik terus meningkat.