Rumah sakit, sekolah, kantor, dan gereja juga hancur atau rusak parah.
Pusat gempa berada sekitar 78 mil
sebelah barat Ibu Kota Port-au-Prince,
di mana gempa tahun 2010 menewaskan lebih dari 200.000 warga Haiti, kata Survei
Geologi AS.
Baca Juga:
Tiba Di Vilamor Filipina, Satgas TNI Langsung Distribusikan Bantuan
Gempa susulan terus mengguncang daerah
itu hingga Minggu (15/8/2021).
"Kita perlu bersiap-siap. Ini
akan membawa banyak banjir ... dan itu akan menghambat upaya penyelamatan,"
Jean William Pape memperingatkan, seorang dokter Haiti yang terlibat dalam
tanggap gempa.
"Kami berada dalam situasi luar
biasa," tambah Perdana Menteri Ariel Henry pada Senin (16/8/2021) sore, saat badai mendekat.
Baca Juga:
AS Dihantam Badai Tropis, California Deklarasi Status Darurat Banjir Mematikan!
Sebuah rumah sakit di Kota Les Cayes yang rusak parah akibat gempa dipenuhi para korban.
Akibatnya, banyak yang harus berbaring
di teras, koridor, beranda, dan lorong.
Badai yang mendekat membuat para
pejabat bergegas untuk memindahkan mereka sebaik mungkin.