Trump juga mengungkapkan bahwa operasi ini melibatkan dukungan besar dari unsur udara, termasuk helikopter dan jet tempur.
Alasan utama Amerika Serikat menargetkan Maduro, menurut Trump, adalah tuduhan bahwa pemimpin Venezuela itu memimpin negara narkoba dan memanipulasi hasil pemilu presiden Venezuela pada 2024.
Baca Juga:
Trump Kembali Peringatkan Bahaya Komunisme yang Dinilai Mengancam Masa Depan Amerika Serikat
Washington menuding Maduro menjadi dalang perdagangan kokain lintas negara dan terlibat dalam penyebaran krisis fentanil yang melanda Amerika Serikat.
Pemerintah AS telah menetapkan dua organisasi asal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai organisasi teroris asing.
Trump bahkan menuding Cartel de los Soles dipimpin langsung oleh Maduro.
Baca Juga:
Vatikan Terancam Perpecahan, SSPX Tolak Permintaan Paus Leo XIV
Pemerintah Venezuela membantah seluruh tuduhan tersebut dan menilai langkah Amerika Serikat sebagai upaya mempolitisasi perang melawan narkoba.
Caracas menilai operasi penangkapan itu bermuatan kepentingan ekonomi, terutama untuk menguasai cadangan minyak Venezuela yang termasuk terbesar di dunia.
Maduro yang kini berusia 63 tahun dikenal sebagai mantan sopir bus yang ditunjuk langsung oleh Presiden Hugo Chavez sebagai penerusnya sebelum Chavez wafat pada 2013.