WahanaNews.co | Tentara Ukraina dari resimen Azov sempat ditahan oleh Rusia setelah pertempuran untuk Mariupol.
Para tentara Ukraina ini mengaku dipukuli selama penahanan.
Baca Juga:
Pernah Abaikan Tawaran Ukraina, AS Akui Kesalahan Besar Sebelum Perang Iran
Dilansir AFP, Selasa (23/8/2022) para prajurit ini dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan.
Dalam konferensi pers mereka menyebut melihat para tentara lain dipukuli sampai tulang mereka patah.
"Mereka menanggalkan pakaian kami, dipaksa jongkok saat kami telanjang. Jika ada anak laki-laki yang mengangkat kepala, mereka langsung mulai memukuli mereka," kata Denys Chepurko, seorang pejuang dari resimen Azov yang terluka parah.
Baca Juga:
AS Mau "Ukrainakan" Iran? Trump Tiru Taktik Putin
Chepurko mengatakan dia dipukuli selama interogasi. Tidak hanya itu ia juga mengaku diminta untuk menandatangani pernyataan yang mencela perintahnya.
"Saya mengatakan bahwa saya tidak akan melakukan ini dan mereka mulai memukuli saya dengan tongkat, mengancam saya dengan kematian, menembak," katanya.
"Saya melihat orang-orang yang dibawa dengan tulang rusuk patah, dalam kondisi yang sangat parah," tuturnya.