Untuk mengurangi dampak ledakan, banyak warga menempelkan lakban di jendela rumah mereka guna mencegah pecahan kaca beterbangan akibat tekanan bom. Sementara itu, pasukan keamanan terlihat berpatroli di berbagai ruas jalan menggunakan kendaraan lapis baja, dan anak-anak tidak lagi pergi ke sekolah karena banyak keluarga memilih berlindung di rumah.
"Orang-orang tenang," kata seorang warga yang tinggal di wilayah utara Teheran, mengatakan masyarakat perlahan mulai terbiasa dengan situasi tersebut.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
"Mereka mulai terbiasa hidup terlepas dari segalanya dan beradaptasi, sebisa mungkin, dengan kondisi ini," ujarnya.
Di jalanan Teheran, transportasi umum seperti bus masih beroperasi, tetapi sebagian besar dalam kondisi kosong karena warga membatasi aktivitas di luar rumah. Lalu lintas kota kini lebih banyak diisi kendaraan pengiriman barang menggunakan mobil van dan sepeda motor yang mengantar kebutuhan sehari-hari ke rumah-rumah warga.
Banyak pusat perbelanjaan dan toko tutup, meski biasanya periode ini menjadi salah satu musim paling sibuk menjelang perayaan Tahun Baru Persia, Nowruz, yang tinggal kurang dari dua minggu lagi. Meski demikian, toko bahan makanan dan toko roti tetap buka karena menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga:
Drone 'Murah' Jadi Senjata Pamungkas Iran Lumpuhkan Pertahanan Udara AS-Israel
Seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun mengatakan dirinya sedikit lega karena serangan umumnya disebut menargetkan fasilitas keamanan atau militer. Namun dampaknya tetap dirasakan warga sekitar.
"Bayangkan sebuah kantor polisi di ujung jalan Anda terkena serangan. Semua jendela Anda pecah. Itulah yang dialami banyak orang," katanya, menambahkan bahwa suara ledakan bom juga menjadi sumber tekanan psikologis bagi warga.
Di tengah situasi tersebut, solidaritas sosial di lingkungan warga justru terlihat semakin kuat. Seorang perempuan berusia 70-an mengatakan banyak warga saling membantu, termasuk keluarga yang menawarkan tempat tinggal kepada tetangga yang rumahnya rusak akibat serangan.