WAHANANEWS.CO, Jakarta – Meski hidup dalam ketidakpastian, sebagian warga Iran berusaha menjalani hari seperti biasa.
Melansir CNBC Indonesia, Mahvash, seorang warga Teheran berusia 70 tahun, mengatakan keluarganya hanya bisa bertahan dengan keyakinan dan rutinitas sederhana. Tuhan menjadi dasarnya.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
Warga di ibu kota Iran, Teheran, kini menjalani kehidupan sehari-hari dalam bayang-bayang serangan udara yang terus mengguncang kota.
Sekolah ditutup selama berhari-hari, banyak toko menghentikan operasional, dan sebagian masyarakat memilih tetap berada di rumah untuk menghindari risiko pemboman di tengah konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
"Kami telah menaruh kepercayaan kami kepada Tuhan," ujarnya, seperti dikutip AFP, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga:
Drone 'Murah' Jadi Senjata Pamungkas Iran Lumpuhkan Pertahanan Udara AS-Israel
"Untuk saat ini, makanan masih tersedia di toko-toko. Setiap hari saya membeli sayuran dan roti, hanya itu. Kami masih memiliki air dan listrik sehingga masih bisa hidup normal, alhamdulillah," tambahnya.
Sejak konflik meningkat, rutinitas normal nyaris hilang dari kota metropolitan yang padat penduduk tersebut.
Ketidakpastian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena warga tidak menerima peringatan sebelumnya ketika serangan udara menghantam ibu kota.