Fokus utama pembahasan yaitu proses repatriasi jenazah, kelengkapan dokumen, dan pengurusan hak-hak korban sesuai regulasi di Hong Kong.
Dalam rilis yang sama, KJRI menegaskan bahwa mereka tetap memberikan pendampingan menyeluruh kepada seluruh WNI yang berada di sekitar lokasi insiden.
Baca Juga:
KBRI Yaoundé Temukan PMI di Republik Kongo Bekerja Tanpa Kontrak Tertulis
Komunikasi aktif dengan otoritas setempat terus dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi para penyintas maupun korban yang belum teridentifikasi.
Kebakaran besar ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Hong Kong.
Kawasan Tai Po dikenal memiliki bangunan apartemen bertingkat tinggi dengan tingkat kepadatan penghuni yang cukup tinggi, sehingga proses evakuasi berlangsung menantang.
Baca Juga:
Kemlu RI Imbau WNI di NSW Waspada Usai Penembakan Massal di Pantai Bondi
Pada saat kejadian, beberapa blok apartemen sedang dalam proses renovasi. Perancah bambu tampak terpasang di sejumlah sisi gedung sebagai bagian dari pekerjaan konstruksi.
Berdasarkan pemeriksaan awal, petugas menemukan material styrofoam di beberapa bagian bangunan.
Otoritas menduga keberadaan styrofoam tersebut menjadi faktor yang mempercepat rambatan api.