Penyidik menyebut Garibashvili terlibat secara ilegal dalam kegiatan bisnis dan memalsukan laporan penghasilan sepanjang 2019 hingga 2024.
Kasus ini bermula dari operasi penegakan hukum pada Oktober 2023 ketika layanan khusus Georgia menyita lebih dari US$7 juta atau sekitar Rp108,5 miliar dalam penggeledahan di rumah sejumlah mantan pejabat, termasuk Garibashvili.
Baca Juga:
‘Peternakan Manusia’ di Georgia Eksploitasi 100 Wanita untuk Bisnis Sel Telur
Penangkapan dan pemenjaraan Garibashvili menjadi kali pertama seorang pejabat senior dari elite pemerintahan Georgia dijerat tuntutan hukum dalam rangka penindakan luas terhadap tokoh-tokoh oposisi.
“Kasus ini menunjukkan pergeseran penting dalam lanskap hukum Georgia karena menyentuh figur puncak kekuasaan yang sebelumnya dianggap tak tersentuh,” ujar analis politik Kaukasus dari Tbilisi State University, Giorgi Lortkipanidze.
“Pengakuan bersalah ini bukan hanya persoalan pidana individu, tetapi juga pesan keras tentang konsolidasi kekuasaan dan penggunaan hukum dalam konflik politik,” kata Giorgi.
Baca Juga:
Timnas Turki Menang Melawan Georgia di Euro 2024 Skor 3-1
Hingga kini, Garibashvili belum memberikan pernyataan publik terkait penggerebekan maupun tuduhan yang menimpanya.
Pada Senin, Garibashvili tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, sementara pengacaranya mengonfirmasi kepada media lokal bahwa kliennya telah resmi ditahan.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.