WahanaNews.co | Turki termasuk di antara tiga atau empat negara di dunia yang
merancang, memproduksi, dan menjual kendaraan udara tanpa awak atau drone bersenjata.
Demikian disampaikan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada
pameran senjata di Istanbul pada Selasa (17/8/2021).
Baca Juga:
Daftar Terbaru Militer Terbesar Dunia 2026, Indonesia Termasuk
Mengutip perkembangan negara secara
keseluruhan selama dua dekade terakhir yang dipegang Partai Keadilan dan
Pembangunan (AK), Erdogan mengatakan, Turki tidak hanya mandiri dalam hal
industri pertahanannya, tetapi juga membagikan ilmunya dengan sekutunya.
Berbicara di Pameran Industri
Pertahanan Internasional (IDEF), salah satu pameran pertahanan global terbesar
di dunia, Erdogan mengatakan bahwa Ankara senang berbagi semua sarana dan kemampuan
industri pertahanannya dengan teman dan sekutunya.
Dia mengatakan,
perjanjian dan protokol yang ditandatangani pada IDEF menunjukkan pentingnya
pameran tersebut secara global.
Baca Juga:
Konflik Melebar, Washington Kirim Marinir dari Jepang ke Timur Tengah
"Acara tersebut menjadi tuan
rumah bagi 1.061 perusahaan tahun lalu, tahun ini angkanya mencapai
1.236," tutur Erdogan.
Turki Bergerak Cepat
Erdogan juga menggarisbawahi bahwa
dengan berfokus pada industri pertahanan, Turki bertujuan untuk mengatasi
kesulitan yang ditimbulkan oleh pemasok global, serta embargo secara
terselubung dan terbuka.
"Sebagai negara yang ditinggalkan
pada saat-saat paling kritis dalam perang melawan terorisme dan tidak dapat
membeli produk apa pun yang dibutuhkannya saat perbatasannya terancam, kami
terpaksa mengambil langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri dengan
cepat," tutur dia.
Dia mengatakan, negaranya
menggunakan proyek dan produk buatannya untuk mengamankan perbatasannya dan
menciptakan zona keamanan di wilayahnya dengan operasi lintas batas.
"Jika Anda menginginkan
perdamaian, bersiaplah untuk berperang," kata Erdogan, mengutip idiom filosofi industri pertahanan Turki.
"Kami tidak pernah, dan tidak
akan pernah, menjadi salah satu dari mereka yang menghujani orang-orang yang
berjarak puluhan ribu kilometer dari perbatasan mereka, dengan kedok memerangi
terorisme," tandasnya. [qnt]