WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan di kawasan Teluk kembali memuncak setelah Iran menyatakan seluruh pelabuhannya siap memberikan bantuan darurat bagi kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik dengan Amerika Serikat pada Jumat (8/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran melalui pesan resmi kepada para kapten kapal komersial yang beroperasi di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.
Baca Juga:
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Trump: Itu Cuma Love Tap
Semua kapal yang berada di perairan teritorial Iran disebut dapat memperoleh layanan maritim, bantuan teknis, pasokan bahan bakar, hingga dukungan medis dari otoritas pelabuhan Iran.
Pesan itu juga diinformasikan akan disiarkan melalui jaringan komunikasi maritim dan sistem frekuensi sangat tinggi atau VHF sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut.
Situasi memanas setelah militer Amerika Serikat dilaporkan menembaki sebuah kapal tanker minyak berbendera Iran di Teluk Oman usai Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap Teheran.
Baca Juga:
Kawasan Timur Tengah Kembali Memanas, AS Tembak Kapal Tanker Iran di Selat Hormuz
Kapal tanker tanpa muatan yang diidentifikasi sebagai M/T Hasna itu disebut berupaya menuju pelabuhan Iran pada Rabu (7/5/2026) dan dianggap melanggar blokade laut Washington.
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan pasukan mereka sempat mengeluarkan beberapa peringatan sebelum pesawat tempur F/A-18 Super Hornet yang diterbangkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln menembakkan peluru meriam 20mm ke bagian kemudi kapal.
Serangan tersebut diklaim bertujuan menghentikan kapal agar tidak melanjutkan pelayaran menuju wilayah Iran.