WahanaNews.co | Uni Eropa mengecam Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang telah menginstruksikan pengusiran 10 duta besar (Dubes) Barat. Para diplomat itu bakal diusir usai menuntut pembebasan aktivis dan dermawan Osman Kavala.
Presiden Parlemen Eropa David Sassoli pada hari Sabtu (23/10/2021) mengatakan pengusiran Dubes Amerika Serikat (AS) dan sembilan negara Barat lainnya oleh Turki adalah tanda "pergeseran otoriter."
Baca Juga:
Indonesia dan Turki Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekspor Komoditas Pertanian
“Pengusiran sepuluh duta besar adalah tanda pergeseran otoriter pemerintah Turki. Kami tidak akan terintimidasi," tulis Sassoli di Twitter, seperti dilansir Al Arabiya, Minggu (24/10/2021).
Presiden Uni Eropa juga memperbarui seruan untuk membebaskan Kavala dari penjara.
Sebelumnya, Erdogan menginstruksikan kementerian luar negeri untuk mengusir duta besar AS, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Selandia Baru.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Warga Palestina yang Pergi dari Gaza Tak Bisa Kembali
Erdogan marah atas pernyataan 10 negara yang menyerukan “pembebasan mendesak” Kavala.
Kavala telah dipenjara selama empat tahun, dituduh mendanai protes pada 2013 dan keterlibatan dalam kudeta yang gagal pada 2016.
Dia menyangkal tuduhan-tuduhan itu dan baru-baru ini mengatakan tidak ada harapan untuk pengadilan yang adil baginya di Turki.