WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Thailand mulai menerapkan langkah penghematan energi secara besar-besaran setelah pasokan minyak global terganggu akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran krisis energi di kawasan Asia.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul yang memperkenalkan berbagai langkah penghematan energi bagi aparatur pemerintah, Selasa (10/3/2025).
Baca Juga:
Usai WHO Tetapkan Darurat Kesehatan, Tetangga RI Perketat Skrining Ebola
Langkah itu mencakup kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai negeri, penggunaan tangga sebagai pengganti lift, serta pembatasan konsumsi listrik di kantor pemerintahan.
Pemerintah juga memutuskan menunda perjalanan dinas ke luar negeri serta mengatur suhu pendingin ruangan di kantor pemerintah pada kisaran 26 hingga 27 derajat Celsius.
Selain itu pegawai dianjurkan mengenakan kemeja lengan pendek tanpa dasi sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan pendingin ruangan.
Baca Juga:
Gerebek Sekolah Ilegal di Pulau Wisata Populer Thailand, Polisi Temukan 89 Anak Israel
Kebijakan penghematan lainnya meliputi imbauan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengurangi penggunaan mesin fotokopi, serta memperbanyak pelaksanaan rapat secara daring.
Langkah serupa juga mulai diterapkan di beberapa negara Asia lainnya yang terdampak lonjakan harga energi global.
Bangladesh dan Pakistan diketahui telah menerapkan kebijakan penghematan energi seperti penutupan sekolah sementara serta penerapan sistem kerja jarak jauh untuk menekan konsumsi listrik nasional.