Namun, laporan tersebut mencatat bahwa kantor Netanyahu mengeklaim Gallant telah diundang, dan menambahkan bahwa perbedaan antara kedua versi tersebut menyoroti kesenjangan yang ada antara Netanyahu dan Gallant.
Kesenjangan yang telah melebar sejak lama, sebelum tanggal 7 Oktober, dan terus semakin lebar.
Baca Juga:
H. Bistamam dan Jhonny Charles Gelar Konferensi Pers, Pasca Kemenangannya Dalam Pilkada 2024.
Selama konferensi pers, Netanyahu mendesak anggota partainya; Partai Likud, untuk berhenti menyerang pejabat pertahanan.
“Saya mendesak Anda semua: Pertimbangkan kata-kata Anda, terutama pada masa perang,” katanya, yang dilansir Haaretz, Senin (4/12/2023).
"Tidak ada ruang untuk serangan pribadi. Seluruh Kabinet, IDF [Pasukan Pertahanan Israel], dan otoritas pertahanan bekerja bersama sebagai satu tim. Kita semua harus bertindak sebagai satu kesatuan. Saat ini bukan waktu untuk berpolitik," ungkapnya.
Baca Juga:
Buronan Kasus Pencabulan di Madina Ditangkap, Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Beberapa menteri, seperti Yoav Galant, Amichai Chikli, dan Nir Barkat, tidak menghadiri konferensi pers itu.
Dalam konteks ketidakhadiran Menteri Pertahanan Yoav Gallant, anggota Knesset Nissim Vaturi menanyakan apakah Menteri Pertahanan telah meninggalkan Likud.
Dia berkomentar, "Di mana dia? Apakah dia tidak lagi menjadi bagian dari Likud? Orang-orang bertanya."