Militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), mengklaim telah menewaskan Ali Yusuf Harshi yang disebut sebagai sekretaris sekaligus keponakan pemimpin Hizbullah, Naim Qassem.
Selain itu, Israel juga melancarkan serangan ke berbagai infrastruktur militer Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.
Baca Juga:
Relawan Flotilla Ungkap Aksi Brutal Pasukan Israel
“IDF menyerang serangkaian infrastruktur di Lebanon selatan: titik penyeberangan yang digunakan untuk memindahkan ribuan senjata, roket dan peluncur, serta depot senjata, lokasi peluncuran, dan pusat komando Hizbullah,” kata Netanyahu.
Konflik ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang selama ini menjadi pendukung Hizbullah.
Namun, muncul perbedaan interpretasi terkait cakupan kesepakatan tersebut, khususnya apakah mencakup wilayah Lebanon.
Baca Juga:
Militer Israel Tangkap WNI Cs di Misi Kemanusiaan, Netanyahu Buka Suara
Israel menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup Lebanon, sementara Iran menilai serangan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap perjanjian.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh turut mengecam keras serangan tersebut dan menilai sikap Amerika Serikat tidak konsisten.
"Mereka tidak bisa memiliki keduanya secara bersamaan (gencatan senjata dan serangan ke Lebanon). Keduanya saling bertentangan, itu sudah cukup jelas,” ujarnya.