WAHANANEWS.CO, Jakarta - Israel menegaskan tak akan menghentikan serangan ke Hizbullah meski gencatan senjata tengah berlangsung, mempertegas eskalasi konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sehari setelah serangan besar ke wilayah Lebanon pada Rabu (8/4/2025) yang dilaporkan menewaskan ratusan orang.
Baca Juga:
Relawan Flotilla Ungkap Aksi Brutal Pasukan Israel
Serangan tersebut tetap dilancarkan meskipun sebelumnya telah tercapai kesepakatan gencatan senjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataan resminya yang dikutip AFP, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer terhadap Hizbullah akan terus berlanjut tanpa kompromi.
“Kami AKAN terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan, presisi, dan tekad,” ujar Netanyahu.
Baca Juga:
Militer Israel Tangkap WNI Cs di Misi Kemanusiaan, Netanyahu Buka Suara
Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan memberi ruang bagi pihak yang dianggap mengancam warganya.
“Pesan kami jelas: siapa pun yang bertindak melawan warga sipil Israel — kami akan menyerang mereka. Kami akan terus menyerang Hizbullah di mana pun diperlukan, sampai kami sepenuhnya memulihkan keamanan bagi penduduk di wilayah utara,” lanjutnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan dalam unggahan berbahasa Ibrani yang menegaskan komitmen Israel untuk melanjutkan operasi militer.