"Ada sekitar 20 orang di sana," ucap Barbera.
"Peti mati mulai mengeluarkan suara. Ibuku terbungkus kain dan memukul peti mati. Ketika kami mendekat, kami dapat melihat bahwa dia terengah-engah," sambung Barbera.
Baca Juga:
Presiden FIFA Takjub Dengan Atmosfer Indonesia Vs Ekuador di Piala Dunia U-17
Setelah kejadian tersebut, keluarga Montoya akhirnya membawanya kembali ke rumah sakit di pusat kota Babahoyo. Setelah kejadian itu, Montoya akhirnya kembali dirawat secara intensif.
Gilberto mengatakan bahwa ibunya pada saat ini dalam kondisi yang lebih stabil.
"Ibuku menggunakan oksigen. Jantungnya stabil. Dokter meremas tangannya, dan dia bereaksi. Mereka memberitahu saya bahwa ini pertanda baik karena itu berarti dia bereaksi sedikit demi sedikit," ucap Gilberto.
Baca Juga:
Ini Susunan Pemain Timnas Indonesia U-17 Lawan Ekuador
"Sekarang saya hanya minta agar kesehatan ibu saya membaik. Aku ingin dia hidup dan ada di sisiku," sambungnya.
Kementerian Kesehatan Ekuador mengatakan saat ini proses penyelidikan tengah berjalan. Mereka menyelidiki dokter yang tidak disebutkan namanya yang terlibat dalam kasus tersebut.
Komite teknis saat ini tengah dibentuk untuk meninjau bagaimana rumah sakit bisa memberikan sertifikat kematian pada Montoya yang ternyata masih hidup. [eta]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.