WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di balik gemerlap Gedung Putih dan kekuasaan tertinggi di dunia, sederet Presiden Amerika Serikat tercatat terseret skandal yang mengguncang publik, mulai dari dugaan perselingkuhan, pelecehan seksual, hingga kasus yang berujung pemakzulan.
Amerika Serikat telah dipimpin lebih dari 40 presiden, namun perjalanan sejarah politik negeri itu tidak lepas dari kontroversi yang membayangi sejumlah pemimpinnya.
Baca Juga:
MA Batalkan Tarif Trump, Refund Ribuan Triliun Rupiah Berpotensi Jadi ‘Kekacauan’
Kasus terbaru menimpa Presiden Amerika ke-45, Donald Trump, yang dituduh memiliki hubungan istimewa serta menyuap bintang porno dan model dewasa untuk menutup dugaan skandal.
Saat mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2016, berbagai isu lama mengenai hubungan Trump dengan sejumlah perempuan kembali mencuat dan menjadi sorotan publik.
Berikut empat Presiden Amerika Serikat yang pernah terjerat skandal besar.
Baca Juga:
Indonesia Tegaskan Produk Nonhalal Tak Wajib Label dan Sertifikat Halal
Donald Trump
Mantan Presiden AS Donald Trump diduga menutupi pembayaran uang kepada bintang film dewasa Stormy Daniels selama masa kampanye 2016.
Perempuan bernama asli Stephanie Clifford itu mengaku bertemu Trump dalam turnamen golf amal pada Juli 2006 dan menyebut pernah berhubungan intim di kamar hotel di Lake Tahoe, kawasan resor perbatasan California dan Nevada.
Disebutkan bahwa pengacara pribadi Trump membayarkan 130.000 dolar AS kepada Daniels dalam bentuk uang tutup mulut agar tidak membuka dugaan hubungan tersebut ke publik.
Pada 2018, pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengaku bersalah atas pelanggaran dana kampanye terkait pengaturan pembayaran kepada Daniels dan perempuan lain.
"Trump mengarahkan saya untuk melakukan pembayaran itu," ujar Cohen dalam pengakuannya pada 2018.
John F. Kennedy
Presiden ke-35 Amerika Serikat John F. Kennedy yang menikah dengan Jacqueline Bouvier pada 1953 lama dirumorkan memiliki hubungan dengan sejumlah perempuan, mulai dari mahasiswa hingga staf Gedung Putih.
Pada 2012, Kennedy disebut memiliki hubungan dengan sekretaris bernama Priscilla Wear dan Jill Cowen, meski berbagai rumor tersebut tidak pernah dikonfirmasi secara resmi.
Dilaporkan secara luas, saat Jacqueline mengajak seorang reporter Prancis berkeliling ke rumah presiden, ia melewati meja salah satu sekretaris dan berkomentar dalam bahasa Prancis.
"Ini adalah gadis yang konon tidur dengan suamiku," ujar Jacqueline dalam kisah yang beredar luas.
Saat ulang tahun Kennedy ke-45, ia dihibur oleh nyanyian Marilyn Monroe yang memicu spekulasi hubungan asmara, meskipun penulis biografi Monroe, Donald Spoto, menyatakan keduanya hanya bertemu empat kali.
George H. W. Bush
George H. W. Bush, Presiden Amerika Serikat ke-41, pernah menghadapi tudingan pelecehan seksual dalam beberapa kesempatan.
Pada 2002, seorang perempuan asal Texas bernama Margie Schoedinger mengajukan gugatan atas tuduhan pemerkosaan, namun ia meninggal dunia pada 2003 dan kasus tersebut tidak berlanjut.
Setahun kemudian, pengacara Bush mengajukan mosi pembubaran perkara dan gugatan tersebut dibatalkan karena tidak ada penuntutan.
Pada akhir 2017, sejak mencuatnya gerakan MeToo, delapan perempuan berbeda mengajukan klaim bahwa Bush melakukan tindakan tidak pantas saat berfoto bersama mereka.
Salah satu pengadu, Roslyn Corrigan, menyatakan kepada media bahwa Bush menyentuhnya secara tidak pantas pada 2003 ketika ia masih berusia 16 tahun.
Bill Clinton
Presiden ke-42 Amerika Serikat Bill Clinton juga tak luput dari sorotan akibat rumor kecanduan seks yang disebut-sebut merusak kepresidenannya.
Percakapan mantan Presiden Gerald R. Ford dengan jurnalis Thomas DeFrank yang kemudian dituangkan dalam buku Write It When I'm Gone menyebut Clinton memiliki kecanduan seksual yang berdampak besar pada citranya.
Ford menggambarkan Clinton memiliki pandangan yang mengembara saat berkunjung ke rumah keluarga Ford di Colorado pada 1993.
"Saya akan memberitahu Anda satu hal: dia tidak melewatkan satu rok yang bagus di acara sosial manapun," kata Ford dalam percakapan tersebut.
Skandal hubungan Clinton dengan magang Gedung Putih Monica Lewinsky memuncak hingga proses pemakzulan pada 1998.
Clinton sempat membantah keras tuduhan tersebut sebelum akhirnya terungkap bahwa hubungan itu memang terjadi.
Dewan Perwakilan Rakyat memakzulkan Clinton atas tuduhan sumpah palsu dan menghalangi proses hukum, namun Senat membebaskannya pada Januari 1999 sehingga ia tetap menyelesaikan masa jabatannya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]