Izin usaha laboratorium yang berlokasi di Distrik Fangshan tersebut juga dicabut karena ulah para karyawannya.
"Dari enam tersangka ada petugas kontrol lab dan departemen legal," kata juru bicara Biro Keamanan Kota Beijing, Pan Xuhong, seperti dikutip media setempat.
Baca Juga:
Jaksa Agung: Pengoplosan Pertamax di Masa Pandemi Bisa Berujung Hukuman Mati
Para tersangka hanya menguji lebih sedikit dari jumlah sampel tes PCR yang banyak itu.
Sampai saat ini, Beijing masih menerapkan penguncian wilayah (lockdown) di beberapa distrik.
Di Distrik Fangshan sendiri dalam jangka waktu 24 jam dari Senin (23/5/2022) hingga Selasa (24/5/2022) terdapat 292 kasus positif. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.