WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelombang panas ekstrem di Eropa kini bukan hanya membuat jutaan warga tersengat suhu tinggi, tetapi juga memaksa salah satu pembangkit nuklir tertua di dunia berhenti beroperasi sementara.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN Beznau di Swiss utara, dekat perbatasan Jerman, dimatikan total pada Jumat (26/6/2026) setelah suhu air Sungai Aare melonjak hingga menyentuh batas aman.
Baca Juga:
Satu per Satu Terungkap, Ini Kronologi 5 Peserta SPPI Meninggal Selama Latsarmil
Sungai Aare selama ini menjadi sumber air pendingin bagi reaktor PLTN Beznau yang dikenal sebagai salah satu fasilitas nuklir tertua di Eropa yang masih beroperasi.
Keputusan penghentian sementara itu diumumkan Axpo, perusahaan energi yang mengoperasikan PLTN Beznau, melalui pernyataan resmi di situs mereka.
"Suhu Sungai Aare kembali mencapai 25 derajat Celsius kemarin dan hari ini. Pendinginan yang memadai tidak terlihat dalam waktu dekat," tulis Axpo dalam pernyataan resminya.
Baca Juga:
Lima Peserta SPPI Meninggal Dunia Saat Latihan Bela Negara, Kemhan Buka Suara
Kondisi tersebut membuat manajemen PLTN Beznau mengambil langkah keselamatan dengan menonaktifkan dua reaktor yang berada di kompleks pembangkit tersebut.
Axpo menyatakan pemantauan suhu air Sungai Aare terus dilakukan secara berkala sebelum perusahaan menentukan tahapan berikutnya terkait operasional pembangkit.
"Setelah sungai mendingin atau perkiraan pendinginan yang memadai telah diprediksi, Beznau dapat merencanakan untuk menyalakan kembali reaktornya," jelas pihak Axpo.