Perusahaan juga menegaskan proses pengaktifan kembali reaktor tidak akan dilakukan secara sepihak karena tetap harus menunggu persetujuan dari otoritas terkait.
Penutupan sementara PLTN Beznau menjadi perhatian besar karena energi nuklir masih menyumbang sedikit lebih dari sepertiga total produksi listrik di Swiss.
Baca Juga:
PLN Percepat PLTA Peusangan 45 MW, ALPERKLINAS: Konsumen Aceh Akan Merasakan Manfaat Energi Bersih
Swiss saat ini memiliki empat reaktor nuklir yang sudah menua, termasuk dua reaktor yang berada di kompleks PLTN Beznau.
PLTN Beznau sendiri tercatat sebagai salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini.
Reaktor 1 PLTN Beznau pertama kali mulai beroperasi pada 1969, kemudian disusul Reaktor 2 yang mulai beroperasi pada 1971.
Baca Juga:
Keluarga Ungkap Pesan Terakhir untuk dr. Icha Sebelum Ditemukan Meninggal
Keputusan penutupan darurat ini terjadi ketika gelombang panas mematikan tengah mencekik sekitar 150 juta orang di kawasan Eropa Barat.
Suhu udara di sejumlah wilayah Eropa Barat dilaporkan melonjak hingga berada di atas 35 derajat Celsius.
Di Swiss, rekor suhu panas untuk bulan Juni bahkan pecah selama dua hari berturut-turut akibat cuaca ekstrem tersebut.