Belum ada komentar langsung dari Israel.
Essam Al-Amin, kepala Rumah Sakit Al-Mowasat di Damaskus, mengatakan kepada Reuters bahwa rumah sakitnya telah menerima satu mayat dan tiga orang terluka, termasuk seorang wanita, setelah serangan pada Sabtu (20/1/2024).
Baca Juga:
Musuh Lama Duduk Bersama, AS Satukan Israel–Suriah demi Cegah Perang
Juru bicara Jihad Islam Palestina mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada anggota kelompok mereka yang terluka dalam serangan tersebut, menyusul laporan bahwa beberapa orang berada di gedung yang dibom.
Pada bulan Desember, serangan Israel menewaskan dua anggota Garda di Damaskus, dan serangan lainnya pada tanggal 25 Desember menewaskan seorang penasihat senior Garda yang mengawasi koordinasi militer antara Suriah dan Iran.
Melansir BBC, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan ada juga "kepulan asap" yang terlihat di berbagai lokasi di Damaskus. Video, yang belum diverifikasi oleh BBC, menunjukkan kepulan asap besar dan bangunan hancur.
Baca Juga:
Trump Sebut Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa Sosok Kuat dari Tempat yang Keras
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sejak perang Israel-Gaza.
Terdapat laporan mengenai adanya korban jiwa dalam ledakan tersebut, yang terjadi di area Mazzeh, bagian barat daya Damaskus.
Daerah Mazzeh meliputi bandara militer, markas besar PBB di Damaskus, kedutaan besar, dan restoran.