WAHANANEWS.CO, Jakarta - Musuh bebuyutan di Timur Tengah kini duduk di meja yang sama, setelah Amerika Serikat mengumumkan Suriah dan Israel sepakat membentuk tim gabungan demi mencegah perang terbuka.
Amerika Serikat menyatakan Suriah dan Israel akan membangun mekanisme koordinasi bersama di bawah pengawasan Gedung Putih untuk menekan eskalasi konflik yang selama ini kerap berujung bentrokan militer.
Baca Juga:
Abaikan Gelombang Protes, AS Mantap Pasok F-15 ke Israel
Dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Israel dan Suriah disebut akan berbagi informasi intelijen serta menurunkan ketegangan militer di lapangan, Selasa (6/1/2025).
“Kedua belah pihak telah memutuskan membentuk mekanisme fusi bersama -- unit komunikasi khusus -- untuk memfasilitasi koordinasi segera dan berkelanjutan dalam hal berbagi intelijen, de-eskalasi militer, keterlibatan diplomatik, dan peluang komersial di bawah pengawasan Amerika Serikat,” demikian rilis Kementerian Luar Negeri AS yang dikutip AFP.
Mekanisme tersebut akan berfungsi sebagai platform komunikasi cepat untuk menyelesaikan perselisihan dan mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik terbuka.
Baca Juga:
PBB Tolak “Garis Kuning” Israel, Tegaskan Batas Gaza Tak Boleh Diubah
Israel dan Suriah, lanjut pernyataan tersebut, juga telah menyatakan komitmen untuk mencapai pengaturan keamanan dan stabilitas jangka panjang di perbatasan kedua negara.
Namun demikian, rilis itu tidak menyebut adanya komitmen Israel untuk menghentikan serangan lanjutan atau memulihkan kesepakatan lama yang sebelumnya pernah berlaku.
Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendorong kerja sama ekonomi dengan Suriah demi stabilitas dan keamanan kawasan.