WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya meredakan ketegangan Timur Tengah mulai terlihat, Presiden Amerika Serikat turun langsung meminta Israel menahan intensitas serangan di Lebanon di tengah negosiasi sensitif dengan Iran.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya Washington menekan eskalasi konflik sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih luas di kawasan.
Baca Juga:
Di Balik Serangan AS: Ludesnya 2 Juta Minuman Energi dan 950 Ribu Galon Kopi
"Kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saya berbicara dengan Bibi dan dia akan mengurangi serangan."
Permintaan itu ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang disebut telah merespons dengan komitmen untuk menurunkan intensitas serangan militer.
Trump juga menyampaikan optimisme tinggi terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat.
Baca Juga:
Pimpinan Hizbullah Dikabarkan Tewas, Israel Hantam Hizbullah di Tengah Gencatan Senjata
"Disampaikan Trump, saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan."
Di sisi lain, Netanyahu sebelumnya telah menginstruksikan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon guna melucuti senjata kelompok Hizbullah dan membangun perdamaian bilateral.
Langkah diplomasi ini muncul bersamaan dengan pengumuman gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.