WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyampaikan duka cita mendalam atas rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda beberapa negara di Asia, termasuk Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan ekstrem itu menimbulkan dampak besar terhadap masyarakat.
Baca Juga:
Di Markas Besar PBB, Sugiono dan Guterres Soroti Krisis Tepi Barat dan Peran Multilateralisme
Lebih dari 1.000 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang.
Jutaan penduduk turut terdampak dan harus meninggalkan rumah mereka karena wilayah tempat tinggal terendam banjir selama berhari-hari.
Dalam pernyataan resminya, Sekjen PBB mengungkapkan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus menegaskan solidaritas penuh kepada seluruh masyarakat yang terkena musibah.
Baca Juga:
Serangan Bom Bunuh Diri Guncang Masjid Syiah Islamabad, Sekjen PBB Angkat Suara
Gelombang banjir besar ini juga menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur, fasilitas umum, jaringan transportasi, serta ribuan rumah warga di berbagai lokasi.
Upaya penyelamatan terus dilakukan siang dan malam. Tim SAR nasional maupun lokal masih berjibaku mengevakuasi warga dan mencari para korban yang belum ditemukan.
"Bantuan darurat sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak," katanya dikutip UN News, Rabu (4/12/2025).