Pendapatnya sejalan dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), yang juga memberi peringatan serupa bahwa guncangan sistemik di bidang pertanian dan pangan dapat memicu krisis harga pangan global yang parah.
Baca Juga:
RI Sukses Ekspor Pupuk ke Australia, Bidik Negara-Negara Ini
Sebagai langkah antisipasi, Uni Eropa telah menyiapkan bantuan keuangan sebesar 540 juta euro atau sekitar US$625 juta bagi para petani untuk membantu pembelian pupuk. Kebijakan tersebut diambil demi menjaga ketahanan pangan di tengah lonjakan biaya produksi pertanian.
Meski demikian, para analis menilai dampak konflik terhadap sektor pupuk dan pertanian merupakan tragedi yang berlangsung secara perlahan. Ancaman terbesar justru dirasakan negara-negara di Belahan Bumi Selatan yang saat ini tengah memasuki musim tanam. Keterbatasan akses pembiayaan membuat petani di wilayah tersebut lebih rentan terhadap kenaikan harga pupuk.
"Efek keterlambatan waktu membuat situasi ini berbahaya karena bisa memakan waktu berbulan-bulan bagi pasokan yang meninggalkan wilayah tersebut untuk sampai ke petani, dan melewatkan musim tanam utama di Belahan Bumi Selatan berisiko memengaruhi hasil panen berbulan-bulan ke depan," kata El-Hoshy.
Baca Juga:
Wamentan Silaturahmi ke Solo Ketemu Jokowi, Lapor Petani Sekarang Happy
"Petani di Afrika Sub-Sahara, Amerika Latin, dan India sangat bergantung pada impor dan mungkin harus berjuang tanpa pupuk nitrogen," ungkapnya.
Di beberapa negara dengan tingkat ekonomi dan sosial yang lebih rendah, produksi pangan bisa menurun. "Dan itu, dengan populasi yang terus bertambah, bisa menjadi masalah yang sangat serius," kata El-Hoshy.
Di sisi lain, pasar masih menyimpan harapan terhadap tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Prospek dibukanya kembali Selat Hormuz sempat mendorong penurunan harga minyak mentah Brent ke bawah level US$90 per barel. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati mengingat sejumlah perundingan sebelumnya gagal mencapai hasil meskipun optimisme sempat menguat.