AHANANEWS.CO, Jakarta - Sebagian besar stok uranium Iran yang diperkaya hingga mendekati tingkat senjata nuklir diduga masih tersimpan di kompleks terowongan di Isfahan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), Rafael Grossi.
Baca Juga:
Langit Israel Memerah, Iran Hantam Fasilitas Energi Haifa
Grossi mengatakan, berdasarkan inspeksi terakhir, fasilitas di Isfahan menyimpan lebih dari 200 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian 60%. Uranium pada tingkat ini hanya selangkah lagi untuk diperkaya hingga level senjata nuklir.
"Yang kami yakini adalah bahwa Isfahan, hingga inspeksi terakhir kami, memiliki sedikit lebih dari 200 kg, mungkin sedikit lebih dari itu, uranium 60%," ujar Grossi kepada wartawan di Paris, dikutip Reuters, Selasa (10/3/2026) melanir CNBC Indonesia.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar stok uranium dengan kemurnian tinggi Iran berada di fasilitas tersebut.
Baca Juga:
Iran Tegas: Tak Ada Lagi Diplomasi dengan AS, Siap Perang Panjang
Kompleks terowongan di Isfahan disebut menjadi satu-satunya fasilitas nuklir Iran yang tidak mengalami kerusakan parah dalam serangan militer pada Juni lalu oleh Israel dan Amerika Serikat.
Serangan itu menargetkan sejumlah instalasi nuklir Iran yang dinilai berpotensi mendukung pengembangan senjata nuklir.
Para diplomat sebelumnya juga menyebut bahwa Isfahan telah lama digunakan untuk menyimpan uranium yang diperkaya hingga 60%. Informasi ini diperkuat dalam laporan IAEA kepada negara-negara anggota pada Februari lalu, meski tidak merinci jumlah pasti uranium yang disimpan di lokasi tersebut.