WahanaNews.co | Nasib anak-anak di Ukraina sangat memprihatinkan.
Psikolog menilai anak-anak itu dipaksa dewasa di tengah invasi Rusia ke negaranya.
Baca Juga:
Perang Makin Panas, Rusia Lancarkan 90 Drone Shahed Iran ke Ukraina
Dalam laporan AFP yang dilansir, Rabu (28/12/2022), kontributor AFP bertemu dengan sejumlah anak-anak di Lyman --salah satu kota di Ukraina--, salah satunya bernama Gleb Petrov (14).
Dia adalah satu-satunya anak belasan tahun di situ.
Gleb mengaku tak memikirkan masa depan. Mimpinya sederhana, dia ingin berjalan-jalan dengan teman layaknya anak seusianya.
Baca Juga:
Moskow Panik, Ukraina Hancurkan Gudang Rudal Rusia
"Aku tak terpikirkan soal masa depan," ucapnya pada AFP.
"Aku bahkan tak tahu apa yang akan terjadi dalam sejam atau sehari ke depan," imbuh Gleb.
Waktu Gleb dihabiskan untuk merawat para lansia serta salah satu kucing hitam yang juga tinggal di sana.