"Akhir April 2022, dalam meeting dengan Wakil Ketua Parlemen Swedia, Ms Lotta Johnsson Fornarve, saya berikan Al-Qur'an terjemahan Marmaduke Pickthall sebagai ganti Alquran yang dibakar di Swedia," kata Fadli Zon.
Diwawancarai via panggilan telepon, Fadli Zon mengecam keras aksi pembakaran Al-Qur'an karena sudah terulang kali terjadi.
Baca Juga:
PLN Tebar Berkah Ramadan, Salurkan Santunan untuk Ratusan Dhuafa dan Anak Yatim
Dia mendorong pemerintah RI pun harus mengecam tindakan tersebut lantaran dapat memicu konflik.
"Tindakan mengizinkan pembakaran Alquran di Swedia ini harus dikecam karena bukan pertama kali. Bagaimanapun sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, pemerintah harus mengecam atas tindakan yang melukai banyak muslim di dunia termasuk di Indonesia. Jika dibiarkan, bisa memicu konflik yang tak perlu," tulis Fadli Zon.
Fadli Zon menekankan provokasi Islamofobia harus dihentikan karena menunjukkan intoleransi yang nyata.
Baca Juga:
Ramadan Penuh Cahaya dan Doa: Hafiz Indonesia 2026 Hadir dengan Kisah Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an
"Islamofobia harus dikecam dan dihentikan, menunjukkan intoleransi yang nyata," ujarnya.
Indonesia Kutuk Keras Pembakaran Al-Qur'an
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengutuk keras aksi pembakaran salinan Al-Qur'an oleh Rasmus Paludan itu.